Hai semua.......
Hari ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai Tilang di Surabaya...
Siapa sih yang pengen kena Tilang....Urusan dengan Polisi Jalan Raya adalah hal yang tidak menyenangkan..
Buat sobat-sobat yang pernah dan atau nantinya kena tilang/berurusan dengan PJR...santai saja...kata anak sekarang WOLES..WOLES..
Pengalaman yang saya alami ketika kena tilang :
Pertengan bulan April saya berkendara dengan teman-teman kantor sekitar pukul 19.00 WIB melewati Jl. Basuki Rachmat, karena kantor di daerah tsb saya lupa menghidupkan lampu depan mobil karena lampu jalan sudah terang...ketika akan belok kanan ke arah Jl. Kartini saya di minta minggir di dekat kantor Jasindo, saat itu saya bingung kenapa di suruh minggir, teman yang duduk depan saat itu tdk memakai seat belt...
Ternyata setelah saya tanya, Pak Polisi bilang kalo lampu depan mobil tdk menyala...
Trus saya akan di buatkan surat tilang, sebenarnya saat itu saya mau minta nota biru (seperti yang banyak beredar di bbm, artinya ngaku salah dan akan bayar di bank)..tapi karena awam dan saya tdk tahu berapa biaya yang harus saya bayar saya tanya ke Pak Polisi-nya..
Beliau bilang bisa pakai kitir biru tapi saya harus bayar denda maksimumnya sebesar 250rb...WOW...
Akhirnya saya nyerah dan bersedia untuk ikut sidang, konyolnya Pak Polisi..ketika saya sudah tanda tangan surat Tilang dia langsung menuliskan angka 250rb di surat tilang itu, saya langsung protes..saya kan bersedia ikut sidang kenapa di tuliskan denda maksimal...kata beliau, memang harus seperti itu tapi nanti berapa yang harus saya bayar tergantung dari hakim yang memutuskan, dan saya harus ikut sidang hari Jum'at 03 Mei 2013...
YANG PERLU DI INGAT...Jangan sekali-kali menawarkan uang damai di tempat, kalau pas Pak Polisi-nya kenceng nanti urusan malah panjang, bisa masuk delik penyuapan dan dendanya bisa sampai 10 Juta..
Kalo Pak Polisi Bilang Tilang ya..di terima saja...woles-woles..
Karena pengalaman ikut sidang di Pengadilan Jl. Arjuno yang banyak calo dan lain sebagainya maka saya memutuskan untuk tidak ikut sidang (ada saran langsung ambil di Kejati Surabaya - Jl Sukomanunggal)
Dan ternyata hari ini saya baru sempat mencoba saran teman, prosesnya lebih gampang dan lebih mudah di Kejaksaan Tinggi Jl. Sukomanunggal Jaya ini..
Ada loket untuk pengambilan tilang di depan Masjid dekat parkiran mobil, dan prosesnya pun tidak sampai 15 menit...CIAMIK....
Untuk Pelanggaran yang saya lakukan hanya di kenai biaya 91rb..dengan rincian 90rb untuk denda tilangnya dan 1rb untuk denda keterlambatan pengambilan....
Untuk denda sepeda motor berkisar antara 41rb sampai 71rb....jadi Santai aja bro kalo kena TILANG..
Hanya saja sebagai catatan, kalo ngambil di KEJATI jangan lama-lama dari tanggal sidangnya, di takutkan nanti surat-suratnya hilang, soalnya tadi waktu ngambil ada yang sudah lewat 3 bulan lebih dan SIM-nya hilang, sama orang KEJATI suruh cari di Pengadilan Arjuna apa di polres tempat dia kena tilang...
Jadi jangan lama-lama ngambilnya dari pada nanti tambah pusing kalo SIM/STNK hilang...
Yang paling Penting adalah....PATUHI PERATURAN LALU LINTAS, dan JAGA KESELAMATAN DIRI SENDIRI DAN SESAMA PENGGUNA JALAN..
Terima kasih
Irvan Trionggo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar